Sabtu, 13 April 2013

Tantangan :10 Pengalaman Iman (kirimkan pengalamanmu!)


Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)

Hari ini, di luar kebiasaan kami memutuskan untuk tidak menulis post baru. Sebaliknya kami mengajak rekan-rekan untuk sharing disini.
Caranya mudah, tinggal klik di bagian komentar, lalu tuliskan pengalaman iman teman-teman. Tidak usah panjang-panjang, singkat juga tidak apa-apa.

Kami hanya menargetkan 10 komentar...tetapi kalau bisa lebih ya puji Tuhan. Karena setiap sharing yang ada pasti bisa menjadi berkat bagi yang lainnya.

Anyway, semua komentar akan dimoderasi. Komentar diharapkan tidak mengandung unsur menjelekkan denominasi atau agama lain.

Ditunggu komentarnya

GBU 

3 komentar:

  1. Dulu, ketika masih mahasiswa, sebagai anak kost dengan uang sangat pas2an.... kala itu belum ada kiriman dari orangtua ataupun ada masukan dari tulisan2 artikel, bingung karena masih ada sisa 1 minggu sebelum akhir bulan.

    Dengan uang pas2an, saya dengan gelisah ketempat pacar, mengantarkan dia naik bis untuk pergi ke blok M , dalam rangka menjahit baju kantor. Selama dalam perjalanan, saya menguatkan diri dengan ayat alkitab,
    Mat 6:28
    Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun j tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu

    Setibanya di tailor, sembari menunggu pacar memilih bahan baju, saya duduk melihat majalah masih dengan perasaan gelisah dan tetap dengan ada suara hati , "Jangan kuatir" .
    Lagi membalik2 majalah ke-2 yang dibaca, ajaib, saya menemukan duit Rp.100.000 , saya langsung senyum2 dan berdiri memuji dan berterimakasih kepada Tuhan.

    Dengan 100ribu tersebut, saya bertahan 1 minggu sampai akhir bulan.
    Puji Tuhan

    Tuhan memberkati

    BalasHapus
  2. Gue mau share juga, semoga bisa berguna untuk temen-temen semua..

    5 Desember, waktu itu gue duduk di kelas 1 SMA, gue harus rela kehilangan bokap gue tercinta. Impian untuk melanjutkan kuliah ke Aussie pupus sudah. Bokap gue yang juga sebagai tulang punggung dah pergi untuk selama-lamanya.. Berat emang rasanya, tapi gue sekeluarga harus tetep berjuang… Pernah denger-denger, katanya bokap gue diguna-guna sama orang kantor karena iri. Biasalah lingkungan tempat kerja, maennya sikut-sikutan. Cuma gue sekeluarga tetep yakin klo bokap gue meninggal murni karena serangan jantung.
    Setelah bokap gue pergi, nyokap buka usaha supaya perekonomian tetep jalan dan juga untuk nyekolahin gue dan kedua adek gue. Kami buka usaha warnet, rumah makan kecil, antar jemput sekolah sampe buka counter sendiri di foodcourt salah satu Mall di Serpong. Tapi, tetep aja belom untung.. Belom balik modal dah berhenti. Katanya juga sih yang warnet, ada yang ga seneng sama usaha kita. Merasa tersaingi.. Yah gitulah yang namanya orang dagang, ada aja hambatannya. Selain itu pula, nyokap juga ikutan investasi online yang ujung-ujungnya juga kena tipu. Padahal nyokap gue dah yakin bisa kuliahin gue di salah satu Univ ternama di bilangan Karawaci.
    Sampelah ketika mendekati UAN, temen-temen gue dah pada nyari Univ. Termasuk gue juga. Karena kemaren sempet buka warnet dan gue juga yang ngurusin, disana gue banyak belajar tentang komputer khususnya desain grafis. Alhasil, gue pun memilih untuk masuk jurusan DKV. Gue isi itu formulir dan kemudian gue lipet. Gue masukin di lemari baju gue. Karena gue sadar, gue ga ada dana untuk kuliah. Gue iri sama temen-temen gue yang bisa melanjutkan kuliah.
    Disaat itulah gue pun sadar, gue masih punya Tuhan. Gue masih punya Yesus. Malam itu gue doa Novena 3x salam Maria. Sebelumnya gue ga pernah doa devosi. Boro-boro doa, ke gereja aja Cuma Natal sama Paskah, itupun klo ga males. Gue doa, gue pengen bisa kuliah. Saat itu rasanya gue ngerasa ngelos hati ini. Gue tumpahin semua keinginan dalam doa. Gue doa tanpa putus selama 9 hari. Setelah 8 hari, belum juga ada titik cerah. Tapi gue tetep doa. Sampe suatu hari, Tante gue telepon menanyakan keadaan gue dan juga bertanya tentang kuliah gue. Gue jawab aja dengan jujur. Akhirnya beliau nyuruh gue untuk ke Semarang liburan Natal nanti, untuk cari kuliah disana.
    Ya Tuhan, terkabul juga doa gue. Bener-bener ga nyangka. Disaat itu juga gue sadar, Tuhan sayang sama gue. Gue Cuma share aja dari pengalaman gue. Ketika kalian percaya akan Tuhan, Ia akan datang menolong. Unik sih, ga cepet ga telat juga. Pas timmingnya. Full faith in Him. Sampe gue menulis tulisan ini, sekarang gue udah jadi seorang Arsitek. Thank God 

    BalasHapus
  3. Luar biasa kesaksiannya:)

    BalasHapus