Senin, 15 April 2013

Hati sebagai hamba

ku tak membawa apapun juga
saat ku datang ke dunia

saat mendengar lagu "hati sebagai hamba", lirik di awal lagu merupakan bagian yang paling menyentuh bagi saya.
mungkin karena pengalaman hidup yang lalu, dimana saya memiliki materi yang sangat cukup, kemudian tiba-tiba semuanya hilang sampai habis malah minus.




pengalaman berikutnya adalah ketika saya mulai bekerja di klinik tumbuh kembang anak.
disana saya berhadapan dengan berbagai kasus, yang mungkin, maaf kata kalau pakai istilah medis tergolong nggak ada obatnya. Saya menyadari kapasitas saya tergolong di bawah rata-rata pada penanganan kasus-kasus yang ada, mengandalkan kemampuan sendiri hasilnya pasti mentok.

saya masih jauh dari sempurna , belum sepenuhnya memiliki hati sebagai hamba. apalagi taat dan setia.
tetapi saya mencoba untuk bisa seperti itu, untuk mencoba terus melayani walaupun seringkali ada klien (ortunya) yang kurang koperatif, atau adanya beberapa kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan.

di dunia yang serba tidak pasti. toh segala sesuatu yang kita miliki akan hilang.
ada baiknya kalau hidup digunakan untuk membantu orang lain, agar hidup mereka lebih bermakna, setidaknya menjadi kawan setia dalam perjalanan hidup, walau tidak bisa menjadi sosok penyembuh yang serba bisa.

Des 2010
---------------
Tetapi kumpulanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Matius 6 :20


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar