Sabtu, 25 Juli 2015

Gereja Ditutup? Gereja Dibakar? Terus Kenapa? Masalah Buat Kita? Enggak Tuh!


Entah ada kaitannya atau tidak, sejak insiden di daerah Timur Indonesia, terkesan ada aksi-aksi yang menyudutkan gereja. Mulai dari pembakaran sampai ancaman penutupan gereja. Tujuannya tentu saja hanya untuk menyebarkan kebencian. Dan ini cukup berhasil, melihat mulai beredarnya posting-posting provokatif di media sosial, saling mengejek satu sama lain. 

Ancaman terhadap gereja, hanyalah provokasi seperti si provokator itu mengatakan
" Ayo nih, Gereja gua bakar-bakarin, lu bales dong, bakar rumah ibadah orang lain "

atau

" Ayo, gereja gue tutup, lo lawan dong kita, lempar-lempar batu kek, bikin rusuh kek "

Sama seperti tujuan Iblis, semuanya agar umat Percaya tergoda untuk melakukan kekerasan. Yang malah menghambat pemberitaan Injil ke semua lapisan masyarakat. Yesus sendiri ketika akan ditangkap mencegah muridnya untuk melawan orang-orang yang akan menangkapNya. Bukan hanya mencegah, Ia bahkan menegur murid yang melukai salah satu oknum yang ingin menangkapNya.

Di Alkitab, Yesus Tuhan kita tidak pernah memberi perintah untuk membangun banyak gedung Gereja. Konsep Gereja sesungguhnya adalah kumpulan orang percaya. Dua atau tiga orang bersekutu , Tuhan hadir di tengah-tengah mereka. Bahkan sendirian pun kita berdoa Bapa Kami, Ia akan mendengar. Secara ekstrim kalau gereja dibakar-bakarin, atau ditutup , tetap ini tidak bisa membunuh jiwa-jiwa orang Percaya.

Saya yakin tanpa ada gedung gereja pun, jumlah orang Kristen tidak akan berkurang, justru malah bertambah. Persekutuan akan semakin kuat, kita akan semakin mengandalkan Tuhan bukan mengandalkan materi. Tidak ada bangunan gereja pun, kita bisa saling mendoakan satu sama lain. Kita bisa saling berbagi Firman Tuhan. 

Jangan marah atau membalas dengan kasar, karena kemarahan itu bagian dari ego kita, bukan untuk kemuliaan Tuhan. Jangan katakan
"Wah sialan, Gereja gua dibakar, wah kurangajar Gereja kita ditutup "

Gereja Gua, Gereja Kita, Gereja Saya.
Bukan!
Semua itu milik Tuhan. Yang mereka rusak bagian Tuhan, dan Tuhan tidak terlalu miskin untuk mengembalikannya lagi. Itu hanya gedung. Bukan Jiwa kita yang Percaya.

Mari tetap bersekutu dan Percaya sesuai dengan Firman Nya
bukan Percaya pada provokasi media.

Tuhan memberkati!

12 komentar:

  1. Tetap bersemangat memuji Dan menyembah Tuhan, yakin Dan percaya Tuhan tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri

    BalasHapus
  2. It is true....tapi memang terkadang kita masih dipengaruhi oleh kedagingan dan ego sebagai manusia.
    Kalo mau refleksi diri sebenarnya hal ini bukan masalah.
    Karena kita ini milik kepunyaan Nya, Dia lah Tuhan yang berdaulat dan berkuasa atas kita.

    BalasHapus
  3. Amin ...Luar biasa..Terpujilah Tuhan yang mengajari kita kasih sejati.

    BalasHapus
  4. Amin,,,Danke JESUS..#100% JESUS

    BalasHapus
  5. Setuju.... True believer not depend on buildings

    BalasHapus