Rabu, 18 Oktober 2017

Saat Hujan Datang




Datangnya hujan seringkali tidak bisa ditebak. Begitu juga dengan sakit penyakit maupun permasalahan. Saya yakin dua ratus persen, tidak ada orang yang mau kena masalah atau terkena sakit. Tidak ada diantara kita yang memilih untuk sakit, entah sakit secara fisik maupun secara kejiwaan. Namun jalan kehidupan tidak bisa kita perkirakan. Apa yang sudah direncanakan bisa berantakkan. Apa yang diharapkan bisa pergi begitu saja. 

Yang tersisa hanya hal-hal menyakitkan yang suka atau tidak suka menjadi bagian dari diri kita. Ini bukan hal yang mudah. Ini sesuatu yang sulit, bagi siapapun. Dan ketika rasa sakit ini menjadi bagian dari diri kita, segalanya seolah-olah menjadi gelap pekat. Tidak ada jalan keluar, tidak ada pengharapan. Hanya ada rasa sakit dan tidak ada satupun cara untuk mengatasinya.

Senin, 16 Oktober 2017

Panggung Boneka dan Sebuah Hubungan




Sebuah pengalaman kurang menyenangkan terjadi ketika saya bermain panggung boneka beberapa minggu lalu. Saat itu, setelah bermain panggung boneka di kelas yang saya ajar, saya kemudian menuju ke kelas lain untuk sekali lagi bercerita dengan menggunakan panggung boneka. Di kelas tersebut saya berpasangan untuk bermain panggung boneka dengan seorang rekan yang baru satu kali latihan bersama dengan saya. 

Saya sangat memahami bahwa bersama rekan baru pasti tidak bisa sekompak ketika bermain dengan rekan yang sudah sering latihan bersama. Tapi ya sudahlah, waktu itu saya tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, karena rekan baru saya ini juga sudah lumayan hafal naskah panggung boneka yang telah disusun. Jadilah kami bermain panggung boneka bersama. Awalnya permainan berjalan dengan cukup baik, sampai entah bagaimana panggung boneka yang sudah dipasang tergeser agak jauh ke depan.

Wah! Dengan bergesernya panggung, saya harus terus menyesuaikan pergerakan boneka yang saya mainkan. Panggung itu bukan hanya bergeser, lebih parahnya lagi, posisi panggung menjadi agak miring dan hampir roboh. Saya berusaha memberitahu rekan saya, tetapi rekan saya ini tidak menyadari masalah yang terjadi dan tetap pada permainannya. Sementara sulit bagi saya untuk memperbaiki posisi panggung hanya dengan satu tangan saja (karena tangan yang satu lagi digunakan untuk bermain boneka).

Permainan boneka jadi benar-benar melelahkan dan sedikit membuat kesal, karena apa yang terjadi benar-benar di luar dugaan saya. Fokus saya jadi tidak hanya ke boneka yang saya mainkan, tetapi juga menjaga agar panggung tidak roboh, dan terus berusaha memberitahu rekan saya untuk membantu. Dimana sampai akhir permainan ia tidak menyadari hal tersebut. Syukurnya meskipun harus agak bergerak sedikit akrobatik untuk menjaga panggung dan boneka, akhirnya permainan panggung boneka bisa terselesaikan dengan baik.

Kekesalan saya sempat tertumpah kepada rekan main saya setelah kami keluar dari kelas untuk membereskan panggung boneka. Reaksi rekan saya ternyata cukup mengejutkan, rupanya dia tahu bahwa panggung boneka agak bergeser, tetapi karena merasa permainan kami tetap berjalan dengan baik, dia memutuskan untuk tidak terlalu memusingkan posisi panggung boneka. Kalau dipikir-pikir alasannya masuk akal, dan mungkin bisa dimaklumi karena dari posisi rekan saya, mungkin dia tidak terlalu melihat posisi panggung yang bisa roboh sewaktu-waktu karena sudut pandangnya tertutup oleh tubuh saya.

Untuk permainan panggung boneka yang hanya kurang dari sepuluh menit saja ternyata bisa ada kejadian-kejadian yang tak terduga, perbedaan prioritas, sampai perbedaan perasaan.
Saya rasa hal ini berlaku juga dalam konteks menjalin hubungan dengan orang lain....
 
(dalam minggu ini masuk beberapa email ke inbox kristusyesus.com menanyakan mengenai jodoh)

Kamis, 12 Oktober 2017

Panggung Boneka, Sebuah Cinta dan Si Bulung Sangge-Sangge




Istilah Bulung Sangge-Sangge menjadi viral dalam seminggu terakhir ini. Awalnya saya hanya membaca teman-teman yang memposting status di media sosial dengan menggunakan kata-kata Bulung Sangge-sangge, kemudian ditambah dengan gambar dan deretan kata-kata yang lucu. Karena tidak terlalu paham akhirnya saya bertanya kepada seorang teman yang kemudian menjelaskan asal usul dari meledaknya istilah bulung sangge-sangge.

(baca terus sampai akhir untuk sampai pada pembahasan mengenai cinta)

Ternyata bulung sangge-sangge ini menjadi terkenal karena tulisan pada status Facebook seorang wanita yang sedang ada masalah dengan calon mertuanya. Dimana pada salah satu percakapan yang ia upload di media sosial terdapat kata-kata bulung sangge-sangge. Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah setipis daun serai. Hahaha....daun serai juga saya tidak terlalu tahu bentuknya seperti apa.

Terlepas dari konflik yang melatarbelakangi istilah bulung sangge-sangge, suka tidak suka, mau tidak mau di jaman yang marak dengan media sosial ini, istilah ini meledak dan menjadi sesuatu yang viral alias dibagikan secara terus menerus. Namun berdasarkan apa yang saya pelajari terkait dengan perkembangan media sosial, sesuatu yang viral biasanya tidak terlalu lama masa beredarnya. Sama seperti istilah “Demi Tuhan” yang dulu dipopulerkan oleh Arya Wiguna, “Om Telolet Om”, sampai kalau kita masih ingat di masa lampau istilah “Emang Gue Pikirin” juga sempat populer.

Selasa, 10 Oktober 2017

Cara Bunuh Diri ternyata Dicari Ribuan Orang




Cara Bunuh Diri ternyata merupakan salah satu kata kunci yang dicari oleh banyak orang. Sebagai orang yang berkecimpung di dunia Online Ministry, salah satu kegiatan yang saya lakukan secara rutin adalah melakukan riset terhadap kata-kata kunci yang sering digunakan orang untuk melakukan pencarian melalui Google. Riset ini saya lakukan untuk mendukung Online Ministry yang sedang saya jalankan (pelatihan, konseling, puppetry).

Bagi teman-teman yang masuk ke tulisan ini karena mencari cara bunuh diri, tolong luangkan sedikit waktu untuk membaca tulisan ini sampai habis.

Dari sekian banyak kata kunci yang saya masukkan secara acak, ternyata cara bunuh diri menjadi kata yang banyak digunakan orang untuk melakukan pencarian di Google. Dari data yang saya peroleh, jumlahnya bisa mencapai hampir sepuluh ribu pencarian. Bila mau dituliskan secara gampang : ada sekitar sepuluh ribu orang Indonesia yang mencari cara bunuh diri melalui Google setiap bulannya. Bayangkan sepuluh ribu orang! Mencari cara bunuh diri.

Sepuluh ribu dalam sebulan, berarti selama setahun ada sekitar seratus dua puluh ribu orang yang mencari cara bunuh diri. Ini bukan jumlah yang kecil. Bila satu persennya saja benar-benar melakukan bunuh diri, berarti angka yang didapat adalah seribu dua ratus orang. Ini baru berdasarkan data kasar dari pencarian di Google, belum ditambah orang-orang yang mencari cara bunuh diri lewat media-media lainnya atau berdasarkan pemikirannya sendiri.

Jumat, 06 Oktober 2017

Ayat Alkitab Tentang Kesabaran





Ayat Alkitab tentang kesabaran

Kesabaran merupakan salah satu sikap yang diperlukan dalam menghadapi kehidupan yang senantiasa berubah. Bahkan seringkali kesabaran menjadi kunci bagi kita untuk memenangkan suatu permasalahan. Kesabaran diperlukan untuk berhasil dalam studi, pekerjaan maupun dalam membina suatu hubungan.

Seperti ketaatan bangsa Israel saat mengelilingi tembok Yerikho sebanyak tujuh kali, atau Naaman yang berhasil menarik amarahnya dan mau bersabar sampai akhirnya ia dapat sembuh. Atau Yakub yang bekerja dengan sabar untuk mendapatkan Rahel. Begitu juga Tuhan telah begitu sabar terhadap kita, manusia yang seringkali jatuh ke dalam dosa yang sama.

Ayat Alkitab tentang kesabaran banyak ditemukan dalam Amsal yang ditulis oleh Salomo, akan tetapi pada beberapa bagian lain di Alkitab, kita juga dapat menemukan ayat-ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Tentunya keberadaan ayat-ayat Alkitab tentang kesabaran merupakan pengingat bagi kita untuk mau menahan diri terhadap godaan dari luar maupun dari dalam diri kita sendiri.

Semoga kumpulan Ayat Alkitab tentang kesabaran yang tercantum dalam tulisan ini dapat membantu pertumbuhan rohani saudara-saudari sekalian :

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 
(Efesus 4:2)


Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan 
(Galatia 5:22)


Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 
(1 Korintus 13:4)


Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 
(Kolose 3:13)


Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!  
(Roma 12:12)

Senin, 02 Oktober 2017

Panggung Boneka sebuah Pelajaran untuk Move On




Panggung boneka merupakan sarana yang sangat menarik untuk mendukung pelayanan sekolah minggu. Boneka-boneka yang dimainkan dalam acara panggung boneka dapat berperan untuk menyampaikan pesan kepada murid-murid sekolah minggu dengan cara yang ramah dan berkesan. Tidak mengherankan bila acara panggung boneka menjadi acara utama pada perayaan-perayaan di sekolah minggu seperti pada perayaan Natal dan Paskah.

Selama melakukan pelayanan sebagai guru sekolah minggu saya pun sempat terpaku pada konsep berpikir bahwa panggung boneka memang acara yang tampil pada perayaan Paskah atau Natal saja. Tidak terpikirkan untuk menggunakan boneka (Puppet) dalam pengajaran yang dilakukan setiap minggu. Padahal kalau kita melihat permainan Puppet yang professional, kita dapat menyaksikan bahwa Puppet tidak hanya muncul pada acara besar, Puppet bisa dimainkan sebagai sarana edukasi dengan naskah-naskah yang disesuaikan.

Contoh paling nyata dapat kita lihat pada acara Sesame Street dimana permainan panggung boneka dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, tidak terpatok pada acara besar. Dahsyatnya lagi Sesame Street mampu meraih berbagai penghargaan dan menjadi sebuah acara yang mendunia. Meskipun saat ini tidak tampil di televisi nasional di Indonesia, tetap saja anak-anak Indonesia banyak yang hafal nama-nama tokoh Sesame Street seperti Elmo, Bert, Ernie, Big Bird, Cookie Monster dan lain-lain.

Saat pertama kali memainkan Puppet untuk cerita di sekolah minggu, saya mendapatkan respon yang luar biasa dari murid-murid di kelas. Respon ini tidak hanya muncul sesekali saja, tetapi setiap kali saya memainkan Puppet, selalu mendapatkan respon yang positif. Anak-anak dapat menikmati penyampaian Firman Tuhan dengan cara yang berbeda, yang tidak seperti biasanya. 

Antusiasme mereka terlihat jelas ketika Puppet mulai berbicara dan berinteraksi dengan mereka mapun melakukan dialog dengan front person (orang yang mendampingi permainan panggung boneka). Tidak ada anak-anak yang ngobrol atau bengong saat menyaksikan penyampaian cerita dengan menggunakan Puppet.

Bagi saya secara pribadi, meskipun ini sesuatu yang sangat baik tetapi ada penyesalan juga dalam diri saya.....
Penyesalan yang saya maksud adalah kenapa tidak dari dulu belajar panggung boneka?

Baru 15 tahun setelah mengajar sekolah minggu saya tertarik untuk mendalami panggung boneka. Padahal saya mempunyai banyak kesempatan untuk belajar panggung boneka karena pembimbing rohani saya waktu kuliah adalah seorang pemain sekaligus pengajar seni panggung boneka yang professional. Dari ujung pulau Sumatra sampai Papua pernah dikunjungi oleh kakak kelas saya ini untuk memberikan pelatihan panggung boneka maupun melakukan pertunjukkan panggung boneka.

Senin, 25 September 2017

Jangan Pergi


Menurut apa yang saya baca melalui media internet, bunuh diri terjadi karena beban hidup atau masalah yang dirasakan oleh seseorang dianggap melebihi kapasitas orang tersebut untuk menanganinya. Terlepas dari faktanya bahwa sebenarnya harapan dan jalan keluar masih ada, untuk orang yang melakukan bunuh diri, saat itu yang bersangkutan merasa bahwa ia sudah berada pada batas kekuatannya.

Bunuh diri seringkali merupakan aksi yang sudah direncanakan, alias tidak spontan terjadi begitu saja. Orang yang melakukan percobaan bunuh diri biasanya sudah berpikir akan kemungkinan ia melakukan aksi bunuh diri. Dimana rencana aksi bunuh diri ini merupakan salah satu pertimbangan untuk menyelesaikan segala masalah yang dihadapi atau rasa sakit yang diderita, baik "sakit" yang dirasakan secara fisik maupun psikologis.

Ide untuk melakukan bunuh diri merupakan hasil dari daya pikir yang dianugerahkan kepada manusia. Dengan daya pikir yang dimiliki, manusia bisa menciptakan berbagai ide, baik ide yang baik maupun ide yang buruk. Manusia bisa berpikir untuk menciptakan teknologi yang bisa membantu masyarakat, namun di sisi lain manusia bisa juga menggunakan daya pikirnya untuk merencanakan suatu kejahatan. Begitu juga manusia bisa berupaya berpikir untuk mendapat solusi yang sehat dalam menyelesaikan masalah, tetapi ia juga bisa terpikir untuk bunuh diri.

Senin, 11 September 2017

5 Cara Menghadapi Depresi yang Bisa Kamu Lakukan Sendiri




Mengapa saya tuliskan 5 Cara Menghadapi Depresi yang Bisa Kamu Lakukan Sendiri?
Depresi atau gangguan kecemasan lainnya dapat dialami oleh setiap orang dimana seringkali masalah ini membuat hidup terasa berat, seolah tidak ada masa depan atau jalan keluar yang pasti. Sebagian dari kita yang mengalami depresi mungkin mampu untuk bersikap terbuka dan bercerita kepada teman atau orang lain mengenai masalah yang kita alami. Akan tetapi, ada juga sebagian dari kita yang mempunyai sikap tertutup untuk “curhat” atau meminta pertolongan dari orang lain. 

Sikap yang tertutup memang pada umumnya akan menjadi tambahan beban bagi pribadi yang mengalami depresi. Namun kita patut menghargai mereka, atau diri kita sendiri yang cenderung tidak terbuka atau enggan minta bantuan orang lain, karena pada dasarnya manusia diciptakan berbeda=beda dan mempunyai pengalaman hidup yang berbeda-beda. Tidak semua orang mau dan mampu untuk menceritakan masalahnya kepada orang lain secara terbuka.

Menghadapi depresi sendirian memang bukan cara yang ideal. Akan tetapi bukan berarti bagi kita yang mempunyai sifat tertutup tidak bisa menghadapi depresi.

Berikut adalah 5 Cara Menghadapi Depresi yang Bisa Kamu Lakukan Sendiri :
1.Scheduling

Scheduling  atau membuat jadwal. Tentunya ini bukan sembarang jadwal. Yang saya maksud adalah, meskipun depresi atau kecemasan bisa kita rasakan selama sehari penuh, namun ada momen dimana gangguan ini intensitasnya meningkat. Atau singkat kata, ada waktu dimana perasaan depresif atau stress ini sangat intens. Mungkin di malam hari ketika sendirian atau menjelang pagi, atau sore hari. Pastinya berbeda-beda pada setiap orang. Dan bisa juga waktu-waktu “parah” yang kamu hadapi lebih kepada hari-hari tertentu, misalnya Sabtu atau Minggu atau Senin.

Bila kamu sudah mengenali kapan waktu “terparah” , kamu bisa mulai melakukan langkah antisipasi, untuk setidaknya mengurangi rasa sakit yang Anda alami. 

Misalnya waktu paling menyulitkan bagi saya adalah di malam hari. Saya akan mengambil foto-foto secara acak menggunakan ponsel saya di siang hari untuk kemudian di malam hari saya edit foto-foto tersebut untuk diupload di media sosial. Sehingga di malam hari setidaknya ada hal “menyenangkan” yang bisa saya lakukan.

Atau bisa juga kamu mengumpulkan playlist lagu-lagu favorit (hindari lagu mellow/baper he3) yang nadanya menyenangkan. Lakukan ini di siang hari atau di waktu depressi tidak terlalu mengganggu, untuk kemudian Anda putar di “waktu parah”. Begitu juga Anda bisa download video-video lucu, seperti serial komedi Friends atau Mind Your Language (ini bagus lo...walaupun jadul, konsepnya digunakan sama Kelas Internasional – yang ada di salah satu TV swasta). Video-video ini bisa Anda tonton nantinya.

Selasa, 05 September 2017

Lukisan yang Pernah Ada


Lukisan itu ada disana
Menghias pagi, siang bahkan malam 
Membawa bahagia di setiap hari
Ada aku, kamu dan Dia

Tidak pernah ku berpikir
Tidak pernah ku berhitung
Tidak pernah ku terbayang
Semuanya melintas begitu saja

Rabu, 30 Agustus 2017

Eli, Eli, lama sabakhtani ?


Selama satu bulan ini, di dalam pekerjaan saya sebagai psikolog maupun dalam pelayanan dukungan doa melalui kristusyesus.com, saya mendapati tiga kasus konseling yang berhubungan dengan bunuh diri. Dan dari setiap kasus itu, sebagai manusia saya bisa menangkap bahwa banyak kondisi lingkungan atau situasi yang tidak diharapkan yang mendorong orang untuk bunuh diri.

Artinya mereka mencoba untuk bunuh diri karena adanya sesuatu yang tidak diharapkan yang ternyata terjadi di dalam hidup mereka. Dimana menurut saya pun, tidak ada orang di dunia ini yang berharap menjadi korban perang, korban penipuan, korban penganiayaan, korban pelecehan, dan lain-lainnya. Saya yakin mayoritas rakyat Suriah atau Afghanistan tidak berharap tanah air mereka menjadi ajang baku tembak. Begitu juga saya yakin tidak ada anak yang ingin orangtuanya bertengkar sampai akhirnya berpisah.

Tetapi apakah keyakinan saya, atau keyakinan kita sejalan dengan "keyakinan" Tuhan?

Senin, 28 Agustus 2017

Pelajaran Pertama dari Puppetry yang secara Luar Biasa Mengubah hidup Gw


Halo semuanya, kali ini gw ingin menulis satu hal yang penting untuk diketahui. Satu esensi kehidupan yang baru-baru ini gw pelajari. Barangkali buat beberapa orang mereka udah ngerti tentang hal ini, tapi gw yakin masih banyak orang yang ngga tau tentang esensi yang akan gw share disini. Ya, karena gw sendiri ternyata baru rada nyadar setelah melewati usia tigapuluhan. Hahahaha...udah rada telat mungkin.

Tapi ya begitulah kehidupan, semakin dewasa semakin banyak belajar.
Kalau ada pembaca yang lebih muda , semoga ini bisa menginspirasi kalian, kalau ada yang lebih dewasa usianya, semoga bisa menjadi reminder atau pengingat.

Baiklah, ini gw mulai sebenarnya dari pengalaman gw kira-kira dua minggu lalu. Waktu itu gw ikut acara Indofest yang berlokasi di MGK. Disana gw bantuin temen gw untuk jualin Puppet , kalo di bahasa Indonesian itu sejenis boneka tangan. Puppet yang dia jual itu kualitasnya bagus banget dan harganya cukup mahal. Sebenernya udah lama gw ngikutin kegiatan dia, mulai dari bantu jaga booth pameran, dampingin training, bantu bikin konsep event, dll. Tapi ya entah kenapa, gw ngga tertarik tuh buat ikut main Puppet.

Lalu disela-sela jaga booth, dua orang rekan gw yang jauh lebih muda dari gw mendaftarkan diri untuk ikut Puppet Lypsnc competition. Saat itu  mereka benar-benar kelihatan antusias banget. Karena lumayan penasaran, pas booth udah rada sepi, gw coba cari ruangan tempat competitionnya dimana. Setelah ketemu gw lalu masuk. Ga nyangka saat itu, dua rekan gw itu bisa masuk ke babak semifinal....lalu disusul ke babak final...dan jadi juara 1-2.

Wow....that's really amazed me!
Ini baru permulaan, baca terus sampai habis kalau mau hidup lo berubah!

Selasa, 22 Agustus 2017

Biarkan aku Sendiri


Di masa yang lampau, seorang yang biasa-biasa saja mendapatkan perkenanan Tuhan untuk menjadi pembawa cahaya bagi mereka yang membutuhkan. Sejak saat itu, ia senantiasa memberikan pertolongan bagi jiwa-jiwa yang tersesat. Tidak terhitung pula mahluk-mahluk utusan si Jahat yang berhasil ia taklukkan dan ia usir dari tempat-tempat dimana seharusnya cahaya bersinar.

Meskipun perkenanan Tuhan tetap bersamanya, namun manusia tidak pernah bisa melawan kemanusiaannya sendiri. Perlahan kemampuannya menurun, ia tidak lagi semahir dahulu walaupun tetap saja ia masih sanggup melaksanakan tugasnya. Bedanya, di dalam setiap pertarungannya , ia sendiri harus menahan rasa "sakit" yang amat sangat. Rasa "sakit" yang mungkin timbul dari perasaan bersalah, ketakutan maupun ketidakpastian. Segala perasaan yang wajar untuk menghinggapi manusia.

Kamis, 17 Agustus 2017

Secercah Terang bernama Jalaluddin Rumi


Jalaluddin Muhammad Rumi adalah seorang filsuf besar dari Persia yang lahir di daerah Balkh dan kemudian meninggal di Konya, Turki. Saya pertamakali mengenal Rumi dari seorang teman yang sering memposting quotes-quotes dari Rumi yang memang kata-katanya sangat indah. Setelah itu sedikit-sedikit saya mulai membaca karya-karya lain dari Rumi yang mudah ditemui di internet.

Rumi sendiri, meskipun berasal dari Timur Tengah dan juga seorang Muslim yang hidup di Islamic Golden Age, merupakan figur yang dikagumi di Amerika dan negara-negara Barat lainnya. Terbukti dari penjualan buku-buku yang berisi tulisan-tulisan Rumi yang laku keras (sumber BBC).

Tulisan Rumi yang mendalam dengan perenungan mistik yang kental menjadi daya tarik sendiri. Ia dapat mengungkapkan cinta dengan kata-kata yang indah. Ia juga berbicara mengenai kehidupan manusia dengan bahasa puitis yang getarannya dapat dirasakan oleh pembaca. Luka batin, kekelaman, sakit, kebebasan, ia alirkan secara jujur dan cantik.

Tulisannya jauh dari ketajaman untuk melukai orang lain atau untuk menciptakan gelombang kemarahan.

Rabu, 09 Agustus 2017

Rasa Sakit yang Tidak DiangkatNya

Beberapa hari lalu, saya mendapat kesempatan untuk melakukan konseling dengan seorang imigran asal Afghanistan. Ia mempunyai  masalah yang membuatnya frustrasi dan melihat hidupnya seperti sia-sia saja. Sepanjang percakapan, saya mendapati bahwa pria ini sebenarnya adalah seorang yang sangat kuat. Ia berhasil lolos dari peperangan yang terjadi di Afghanistan. Menyeberangi lautan bersama keluarganya dan berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya.

Hidupnya tidak mudah dan ia mampu bertahan sejauh ini. Saat saya mengungkapkan hal ini, ia menjawab bahwa manusia tidaklah terbuat dari besi. Suatu hari ia bisa merasa hancur.

Kondisi yang sama mungkin dialami juga oleh Elia yang setelah dipakai Tuhan untuk melakukan berbagai mujizat, akhirnya ia pun merasa lelah, bahkan merasa takut karena Ratu Izebel mengincar nyawanya. Begitu juga kalau kita melihat Musa, ada momen Musa seolah-olah ikut berteriak kepada Tuhan, meskipun sebenarnya ia pernah lebih dari satu kali bertemu Tuhan secara langsung. Daud sang pembunuh Goliath pun dalam Mazmur yang ia tulis seringkali ia mengungkapkan kegalauannya.

Senin, 31 Juli 2017

Bawalah Terang itu!


Dunia kita senantiasa dipenuhi dengan kekacauan. Kriminalitas meningkat, kemalangan tak dapat dihindari. Kita bisa mengatakan prihatin atau turut bersedih. Tetapi berapa diantara kita yang mau berdiri dan berjuang untuk sebuah dunia yang lebih baik? Berapa diantara kita yang mau menjadi "pemain" dan bukan sekedar "menonton" dari tepi lapangan?

Di dunia nyata kita mengenal istilah "silent majority", sementara dalam dunia online ada istilah "lurkers".
Keduanya mempunyai arti yang hampir sama, yaitu sejumlah besar orang yang menempatkan diri sebagai pengikut. Menyaksikan sesuatu tetapi tidak melakukan tindakan apa-apa. Jumlah golongan ini merupakan mayoritas dari pengguna internet dan mungkin juga mayoritas orang yang hidup di dunia nyata.

Apakah ada perubahan yang bisa terjadi dari "aksi diam ini?"
Apakah dunia menjadi lebih baik dengan berdiam diri?

Yesus tidak berdiam diri. Ia selalu bertindak untuk sebuah perubahan.

"Ya tetapi saya bukan Yesus, saya tidak sempurna, saya tidak terkenal, saya tidak menarik, saya tidak bisa membuat mujizat"

Sederet alasan yang semuanya mengacu pada diri kita sebagai "saya"

Senin, 24 Juli 2017

Mengapa Ia menciptakan Air Mata?




Perjalanan hidup tidaklah selalu mudah. Tidak seperti di film drama yang dalam 26 episode semuanya bisa berakhir. Hidup itu benar-benar hidup dalam realita, bukan dalam tulisan novel atau akting di layar kaca. Hidup itu tidak pernah mudah. Sejak manusia diusir dari Taman Eden, hidup memang ditentukan menjadi penuh dengan perjuangan. Untuk apapun harus diperjuangkan.

Di dalam berjuang, kita akan mengeluarkan semua upaya yang kita mampu untuk tetap berdiri dan bergerak mencapai apa yang sedang diperjuangkan. Tetapi, ada masanya kita mengalami kelelahan. Ada perasaan “its enough”, sudah cukup. Timbul juga pertanyaan “will it works?” “Apakah yang saya perjuangkan ini akan berhasil?”

Jumat, 21 Juli 2017

Selamat Tinggal Chester


Kematian Chester Bennington cukup membuat saya terguncang. Saya pernah (dan masih) gemar mendengarkan lagu-lagu Linkin Park. Suara vokal unik dari Chester Bennington membuatnya benar-benar stand out. Chester tampak selalu bernyanyi dengan sepenuh hati. Jeritan dan teriakan khasnya selalu menghiasi penampilan Linkin Park.

Lirik-lirik lagu Linkin Park yang berbicara seputar gejolak emosi benar-benar menemani masa-masa sulit di dalam hidup saya. Mereka mampu menyuarakan pergumulan-pergumulan yang mungkin bagi saya atau bagi orang-orang lainnya ditutup rapat, karena takut "dosa" . Takut "dosa" kalau kecewa sama Tuhan, takut "dosa" kalau marah sama Tuhan.

Apakah Tuhan terlalu tinggi untuk diraih? Apakah Ia memang begitu menakutkan?
Sampai-sampai kita harus bersembunyi dalam kemunafikan.

Selasa, 18 Juli 2017

Perundungan (Bullying) Terhadap Orang dengan Disabilitas


Muhammad Farhan, adalah nama dari seorang mahasiswa yang menjadi korban perundungan di Kampus Universitas Gunadarma. Farhan adalah seorang mahasiswa yang hidup dalam spektrum autisme. Dalam berita yang disebarkan oleh beberapa media dituliskan bahwa Farhan adalah mahasiswa berkebutuhan khusus yang dirundung oleh beberapa mahasiswa lainnya, akan tetapi tidak dijelaskan alasan Farhan menjadi objek perundungan tersebut.

Nampaknya berita ini menjadi viral karena yang menjadi korban adalah orang dengan berkebutuhan khusus. Jika yang mengalami perundungan adalah orang “tanpa berkebutuhan khusus” maka peristiwa perundungan mungkin masih dianggap sebagai kewajaran, dan beritanya tidak akan”se-viral” berita tentang Farhan. Perundungan, secara diam-diam masih dianggap wajar oleh sebagian orang, entah dilakukan melalui media sosial atau dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ironisnya institusi pendidikan pun tidak mampu menjadi tempat percontohan ruang anti-perundungan karena perundungan tidak sewajarnya dialami oleh setiap orang, baik orang dengan disabilitas maupun orang “tanpa disabilitas.”

Kamis, 13 Juli 2017

Kelemahanku tidak Menutupi Kekuatan Tuhan


Sebagian besar orang yang dipilih oleh Tuhan di dalam Alkitab memiliki kelemahan.

Ada sifat penakut dalam diri Gideon meskipun Tuhan sudah berbicara sendiri kepadanya.Ada sifat memberontak dari diri Yunus yang sengaja menyimpang dari kehendak Tuhan. Ada juga sifat pilih kasih dari Yakub yang membuat Yusuf dibenci saudara-saudaranya.

Meskipun demikian, di tengah ketidaksempurnaan mereka, karya Tuhan tetap bisa berjalan melalui hidup mereka.

Seringkali kita menjadikan kelemahan diri kita sebagai alasan untuk tidak mau melayani Tuhan. Karena merasa masih kurang mampu atau kurang layak. Padahal yang sebenarnya terjadi dalam pelayanan adalah lebih banyaknya Tuhan berkarya melalui kita sebagai alatnya.

Rabu, 12 Juli 2017

Menjaga Langkah Anak di Dunia Online


Dewasa ini kita mengakui bahwa peranan dunia online semakin mendominasi kehidupan kita. Mulai dari media sosial, transportasi online, game online, hiburan online, bahkan di Amerika dan Eropa, gereja online juga sudah mulai bertumbuh. Gereja-gereja ini memanfaatkan media Youtube sebagai sarana untuk menghubungkan jemaat dengan pelaksanaan ibadah. Jemaat tinggal menyalakan internet dan bisa mengikuti prosesi ibadah melalui Youtube.

Memang pada dasarnya segala sesuatu dapat digunakan untuk hal yang baik, yang dapat bertujuan untuk memuliakan Tuhan. Tetapi di sisi lain, hal-hal negatif dari dunia online juga mulai menjamur dan menyebar. Dan penyebaran "penyakit online" ini menyasar pada pangsa pasar yang paling rentan, yakni anak-anak dan remaja. Mereka yang belum matang kedewasaannya sangat mudah untuk dipengaruhi, tidak hanya sebagai konsumen tetapi lebih jauh lagi, menjadi korban kriminalitas.

Selasa, 11 Juli 2017

Di Bawah Kaki Yesus, Berdoa dan Menjalani Kehidupan





Berdoa di bawah kaki Yesus,
menjalani di bawah kaki Yesus,
hasilnya diserahkan di bawah kaki Yesus.

Meskipun kelihatan singkat, prinsip ini mempunyai makna yang mendalam. Saat memohon, kita benar-benar datang dengan kerendahan hati sebagai orang berdosa yang sebenarnya tidak layak untuk menghadap Tuhan. Di bawah kaki Tuhan, kita jujur mengungkapkan keluh kesah dan harapan kita, termasuk juga kekecewaan kita pada Tuhan.

Seringkali justru doa yang tanpa kata-kata untuk diucapkan baik melalui mulut maupun di dalam hati dapat lebih dipahamiNya. Ketika kita hanya bisa bercucuran air mata karena tidak tahu apa lagi yang harus kita perbuat. Karena kita mengimani bahwa Ia lebih melihat hati daripada rupa.

Sabtu, 08 Juli 2017

Yesus Wong Ndeso




Ungkapan Ndeso yang belakangan ini menjadi pembahasan di media sosial pada mulanya merupakan kata yang sebenarnya biasa saja. Pelawak Tukul menjadikan kata Ndeso sebagai tambahan dari materi candaan yang ia sampaikan dalam acaranya. Sejauh digunakan oleh Tukul, istilah Ndeso kelihatan memberikan hiburan tersendiri bagi para penonton. Tidak ada yang merasa tersinggung dengan candaan Tukul.

“Ndeso” kembali menjadi populer saat digunakan oleh Kaesang dalam video blog yang ia buat. Sebagian menganggapnya sebagai candaan saja seperti yang dilakukan oleh Tukul dan membenarkan kritik yang disampaikan oleh Kaesang. Tetapi ada juga yang tersinggung dan menganggap Ndeso sebagai konotasi yang negatif.

“Ndeso” pada dasarnya merupakan bentuk padanan kata dari Desa. Karena bahasa Jawa banyak mengganti lafal “a” menjadi “o” seperti pada kata “Jawa” sering dikatakan “Jowo” ketika berdialog, jadilah desa bergeser menjadi “Deso”. Ditambah dengan lafal medog khas Jawa, “Deso”, dilafalkan menjadi “Ndeso”, seperti kata “tidak” menjadi “ndak”.

Apakah “Ndeso” dianggap negatif atau positif, itu kembali kepada konteks dan maksud pengucapan kata tersebut.

Di dalam Alkitab, Yesus beberapa kali dianggap “Ndeso”, karena ia lahir di kota kecil dan memulai pelayanannya di Galilea, dimana Galilea saat itu bukanlah kota yang menjadi primadona. Beda dengan Yerusalem atau Roma. Silahkan dicek betapa Paulus disegani ketika ia mengatakan bahwa ia adalah warga Roma atau orang Rum, Kisah Para Rasul 16 :37-39, Kisah Para Rasul 22 : 25-29, Kisah Para Rasul 23 : 23 -27.

Kembali lagi kepada Yesus.

Natanael, salah satu pengikut pertamanya sempat menyangsikan Yesus dengan mengatakan “mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yohanes 1 : 46)

Rabu, 05 Juli 2017

Yesus dan Panggung yang Gagal




Pada awal kisah Yesus berjumpa murid-muridNya, ada bagian dimana Yesus mengajar di atas perahu. Popularitas Yesus yang saat itu sedang meningkat membuat orang-orang berdesakan dan menimbulkan kesulitan bagiNya untuk mengajar. Mungkin saat itu para pendengarNya berusaha agar bisa mendapat posisi sedekat mungkin dengan Yesus sehingga mereka saling dorong untuk bisa mendapatkan posisi yang terbaik.

Yesus tampak harus memikirkan cara yang tepat agar bisa mengajar dengan suasana yang tertib. Ini juga tentunya mengingatkan kita pada kejadian lain dimana Yesus meminta orang-orang duduk berkelompok sebelum membagi-bagikan roti yang telah Ia lipatgandakan. Ia ingin pelayanan yang Ia lakukan berjalan dengan baik. Yesus tidak ingin orang menjadi celaka (terinjak-injak, tergencet, terjatuh, dan lain-lain) saat mendengarkan FirmanNya 

Yesus memikirkan jemaat yang Ia layani. Bagaimana caranya agar semua orang bisa terlayani dengan baik, dengan teratur, tanpa ada yang celaka?

Ia berusaha mendapatkan win-win solution atau solusi yang baik untuk semuanya. Ia tidak menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan Firman, tetapi ia berpikir untuk tetap menyampaikan Firman bagaimanapun caranya.

Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Lukas 5 : 2-3

Pada bagian berikutnya, Yesus melihat dua perahu yang ada di pantai lalu menaiki salah satunya, yaitu perahu Simon. Perahu yang sebelumnya digunakan oleh Simon untuk mencari ikan. Sebuah perahu nelayan. Inilah yang dijadikan “panggung” oleh Yesus.

Ini bagian yang menarik untuk dicermati.

Rabu, 28 Juni 2017

Yusuf yang Mencintai Maria




Datangnya cinta tidak dapat ditebak, tidak mengenal musim, waktu maupun tempat. Cinta awalnya menawarkan masa-masa yang indah, akan tetapi dalam perjalanannya cinta juga bisa menimbulkan penderitaan. Dua sisi cinta ini sudah menjadi makanan sehari-hari yang hadir dalam fase kehidupan manusia. Kebingungan dalam menghadapi percintaan membuat orang mencari-cari rumus pasti dalam percintaan.

Usaha mencari contoh cinta yang ideal dimulai dari layar kaca, layar bioskop maupun buku-buku pengembangan diri. Di lingkup gereja sendiri, percintaan mendapatkan porsi tertentu untuk dibahas, biasanya di musim Valentine atau di bulan Februari. Setelah itu topik-topik cinta mulai ditinggalkan, beralih pada hal-hal lain yang memang dirasa lebih penting untuk dibahas.

Di dalam Alkitab, kisah cinta tampak terangkai melalui bahasa yang puitis di dalam kitab Kidung Agung. Sayangnya kepuitisan Kidung Agung malah terkesan tidak jelas dan ditangkap kurang relevan dengan hubungan cinta di masa kini. Selain Kidung Agung, ada beberapa kisah mengenai pertemuan sepasang individu seperti Ishak dan Ribka, Simson dan Delila, atau hubungan antara Yakub , Lea dan Rahel.

Kisah Ishak dan Ribka tampak tertulis singkat, sedangkan Simson dan Delila seperti bukan pasangan yang tepat untuk dicontoh. Begitu juga konteks perkawinan Yakub, Lea dan Rahel kelihatan kurang pas kalau mau ditarik ke dalam budaya masa kini.

Kalau mau sedikit lebih teliti, sebenarnya kisah percintaan turut terangkai dalam proses lahirnya Yesus sang Juruselamat ke dunia. Percintaan yang kudus antara Yusuf dan Maria, sepasang insan manusia yang karena cintanya kepada Tuhan , bersedia untuk mengemban peranan sebagai orangtua duniawi bagi Yesus Kristus selama hidupnya di dunia.

Menyebut nama Maria, terbersit dalam pikiran kita mengenai berbagai kutipan ayat, cerita dan devosi terhadap dirinya. Tulisan-tulisan mengenai Maria bunda Yesus mudah untuk ditemukan dalam berbagai sumber. Begitu juga dengan lukisan maupun patung yang menggambarkan sosok Maria juga hadir di dalam bangunan gereja, galeri seni atau di beberapa tempat bersejarah di Eropa.

Bagaimana dengan Yusuf?
Yusuf ayah dari Yesus mendapatkan porsi penulisan yang tidak terlalu banyak di Alkitab. Bahkan Yusuf “tidak kebagian” dialog dalam Alkitab. Ia hanya diceritakan dalam bentuk narasi. Seringkali kalau menyebut nama Yusuf, orang akan lebih banyak teringat pada Yusuf anak Yakub yang kisahnya ditulis dalam beberapa pasal di Perjanjian Lama.

Rabu, 21 Juni 2017

Kesaksian : Tuhan Yesus Meneguhkan Iman yang Goyah




Perjalanan karir saya kalau dilihat-lihat cukup unik juga, sejak masa kuliah saya sudah bekerja paruh waktu dan mendapatkan penghasilan yang lumayan (untuk ukuran mahasiswa). Setelah lulus kuliah, tanpa repot melamar pekerjaan kesana kemari, saya langsung mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang saya pelajari selama berkuliah. Beberapa tahun bekerja dengan penghasilan yang lumayan, saya kemudian terpikir untuk membuka usaha sendiri.

Di tahun 2013 tepatnya, saya keluar dari pekerjaan tetap untuk membuka usaha bersama seorang teman. Tidak disangka, setelah saya keluar dari pekerjaan saya, ternyata teman saya membatalkan niatnya untuk membuka usaha bersama saya. Sebaliknya ia tetap bertahan di tempat kerjanya. Awalnya saya masih berusaha untuk tetap tenang, karena saya yakin dengan pengalaman dan ilmu yang saya miliki pastilah saya bisa membuka usaha sendiri.

Ternyata, dunia wirausaha tidak semudah yang saya baca di buku-buku motivasi. Usaha yang saya bentuk tidak memberikan penghasilan yang sesuai. Demi bertahan hidup, akhirnya saya menerima tawaran pekerjaan dari seorang teman. Meskipun sebenarnya bidang pekerjaannya tidak begitu saya sukai.  Saya hanya bertahan selama dua tahun sebelum memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tersebut karena tuntutan pekerjaan yang harus selalu ke luar kota, sementara orangtua saya sakit-sakitan dan berulangkali harus dirawat di rumah sakit.

Selanjutnya dengan modal tabungan dan keyakinan, saya mencoba berwirausaha lagi. Ah! Ternyata lagi-lagi hasilnya tidak sesuai harapan. Antara pengeluaran dan pendapatan berbanding jauh. Dua tahun saya habiskan tanpa hasil. Yang ada malahan tabungan saya terkuras. Jadilah saya bertahan dengan pekerjaan-pekerjaan yang tak menentu. Saya yang tadinya idealis berubah menjadi orang yang bekerja sekedar untuk bertahan hidup.  Sering saya alami perasaan “tidak tahu bulan depan uang masih cukup atau tidak untuk saya dan keluarga saya”.

Rabu, 14 Juni 2017

Tuhan Yesus, Mengapa Jalan Sempit yang Harus Kami Lalui?




Matius 7 : 13-14
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Demikian tertulis di Alkitab mengenai jalan yang benar (pada Alkitab versi bahasa Indonesia) atau jalan yang sempit (pada Alkitab versi Bahasa Inggris). Jalan yang menuju kehidupan itu digambarkan sebagai jalan yang sempit dengan pintu yang sesak. Berbeda dengan jalan menuju kebinasaan yang luas dan pintu yang lebar.

Membaca bagian Alkitab ini awalnya saya lebih tertarik pada kata-kata “sedikit orang yang mendapatinya” 

Dimana kata ini bisa diterjemahkan dengan artian “sedikit orang yang menemukannya”. Menemukan apa? Tentunya menemukan “kehidupan” itu sendiri, yang merupakan tujuan dari jalan yang benar atau jalan yang sempit.

Kata sedikit orang mendapatinya mengesankan “Kehidupan” yang diinginkan seperti tersembunyi entah dimana. Padahal bila ditawarkan kepada kita, pasti kita mencari yang namanya “kehidupan”, tidak ada tentunya orang yang secara sadar berusaha mencari “kebinasaan”.

Kehidupan, saat mendengar kata ini, kita mungkin terbayang gambaran “surga”, tempat dimana ada kedamaian. Tempat dimana kita tidak mengalami masalah keuangan, tidak ada masalah keluarga, tidak ada kesulitan, tidak ada sakit penyakit, tempat dimana doa-doa kita terjawab sudah dengan memuaskan. 

Perasaan yang ada adalah bahagia, senang, tidak ada lagi tetesan air mata yang tercurah. Semuanya beres dan baik-baik saja, sejalan dengan pergumulan kita.

Betapa baiknya “kehidupan” sebagai tujuan akhir dari jalan yang ditunjukkan Tuhan.
Namun Yesus mengatakan, “sedikit orang yang mendapatinya”.
“Kehidupan” itu ada, tetapi sedikit orang yang mendapatinya.
Ini seperti Yesus mengatakan, “Saya ada sesuatu yang bagus, tetapi sedikit orang yang akan mendapatinya”. Sedikit orang yang akan menemukan hal itu.

Apa yang ada di pikiran saya adalah, “Tuhan Yesus, kalau memang itu sesuatu yang baik yang ingin Kau berikan, mengapa harus disembunyikan? Mengapa Tuhan harus berteka-teki? Mengapa saya harus mencari “kehidupan” itu? Dan belum tentu juga setelah saya mencari, saya akan mendapatkan. Karena Engkau sendiri mengatakan bahwa hanya sedikit orang yang akan mendapatinya”

Kamis, 08 Juni 2017

Ayat Alkitab tentang Pengharapan




Daftar atau deretan ayat Alkitab tentang pengharapan sangatlah mudah untuk kita baca atau kita bagikan kepada teman-teman yang membutuhkan, akan tetapi menghidupi ayat-ayat tersebut mungkin tidak semudah itu. Oleh karenanya ada baiknya kita mengingat bahwa dasar pengharapan kita adalah kepada Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita yang bangkit. 

Kita berharap kepada Ia yang sudah menaklukkan maut dan menyediakan keselamatan bagi kita. Kita tidak berharap pada sekedar imajinasi kosong atau hal-hal buatan tangan manusia.

Harapan adalah sesuatu yang ada di depan, sesuatu yang menanti untuk terwujud. Entah tercapai atau tidak, kita percaya bahwa Tuhan telah menyediakan yang terbaik kepada kita. Dengan iman kita berharap, dimana iman selalu berhubungan dengan melangkah maju. Kita tidak sekedar beriman dan menunggu dengan pasif, tetapi kita beriman dengan tindakan percaya. Tetap menjalani hidup untuk kemuliaan Tuhan.

Perlu juga kita menyadari bahwa pengharapan seringkali tidak dijawab dengan rupa material atau kondisi seperti yang kita inginkan. Tetapi lebih jauh dari itu, Ia mungkin memberikan damai sejahtera di tengah kekurangan kita, atau penghiburan di tengah situasi yang sulit, serta penyertaan di dalam masa-masa yang gelap.

Kiranya Tuhan menguatkan dan selalu meneguhkan.

Berikut ayat Alkitab tentang pengharapan yang menurut kami dapat membantu pembaca :

Yeremia 29 : 11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Yesaya 40 :31
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah

Selasa, 30 Mei 2017

Yesus Turunlah dari Salib!




Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Demikianlah definisi iman yang tertulis dalam surat Ibrani. Dikatakan secara tajam, iman merupakan dasar, yaitu dasar dari harapan kita, meskipun hal tersebut (apa yang diharapkan) belum dapat kita lihat atau kita perkirakan akan terjadi. Dalam Injil tertulis beberapa kali Tuhan Yesus mengatakan mengenai iman seseorang. 

“Imanmu menyelamatkanmu”

“Tidak pernah Kujumpai iman seperti ini”

Ia mengatakan hal-hal tersebut kepada orang-orang yang Ia beri pertolongan. Mereka beriman atau percaya kepada Yesus secara penuh, walaupun tidak tahu apakah harapan mereka akan dijawab atau tidak. Yang penting saat itu mereka benar-benar menaruh percaya kepada Yesus. Tidak mempertanyakan siapa itu Yesus, apakah benar dia Tuhan, darimana kuasaNya?

Yesus yang saat itu hidup dan berjalan di tengah-tengah masyarakat, sungguh dikenal kuasa Nya. Ia menjadi semacam pujaan hati orang-orang yang membutuhkanNya.  Kita pun mudah untuk memujaNya ketika segala sesuatu berjalan dengan lancar dan baik. Atau setidaknya kuasa Tuhan masih “terlihat”. Mungkin doa belum dijawab, tapi hidup terpelihara. Masih ok lah untuk beriman. Mungkin doa belum dijawab tetapi hidup masih menyenangkan , masih ok juga untuk beriman.

Kondisi “iman” pengikutnya berbalik seperti air yang ditumpahkan dari gelas saat Yesus memasuki masa sengsara. Yesus disiksa dan harus memikul salib. Tidak ada tanda-tanda Yesus akan melakukan mujizat. Ia ditangkap tanpa perlawanan. Ia jatuh berkali-kali saat memikul salib. Kesaktiannya yang disegani seolah-olah hilang. Ia tidak menyembuhkan luka-luka Nya sendiri.

Kamis, 04 Mei 2017

Cahaya Purnama di Tengah Kegelapan


Sejak tersangkut kasus dugaan penistaan agama, Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama sepertinya tidak pernah absen mengikuti proses persidangan. Berbeda dari tersangka kasus hukum lainnya yang biasa mangkir (absen) dari persidangan untuk mengulur waktu atau bahkan melarikan diri, Basuki Tjahja Purnama atau lebih dikenal dengan nama Ahok tetap mengikuti proses hukum di tengah kesibukan beliau. 

Dalam waktu bersamaan dengan kampanye pemilihan Gubernur berlangsung, sedikit banyak kasus yang menimpa beliau turut mempengaruhi hasil pemilihan dimana ia kalah dalam pemungutan suara putaran ke dua. Ia menyikapi kekalahan dengan cara yang elegan, mengakui dan tidak membuat protes. Ia tidak membawa urusan kekalahannya kesana kemari. Ia juga tidak memanas-manasi pendukungnya untuk berdemo. 

Di sisi lain, pendukungnya juga tidak melakukan demonstrasi anarkis, melainkan mengirimkan bunga sebagai tanda terimakasih atas pengabdiannya. Yang anehnya, pengiriman bunga ini malah mendapatkan tanggapan sinis dari pihak-pihak tertentu. Padahal secara pribadi saya menganggap lebih baik uang untuk membeli bunga daripada untuk mendanai gerakan-gerakan yang anarkis. Tetapi sekali lagi kesinisan pihak-pihak tertentu itu tampak tidak ditanggapi oleh Ahok. 

Secara sepintas kita seperti diperlihatkan pada fenomena "yang baik malah kalah". 
Namun kalau dilihat dari konteks Alkitab, fenomena ini tidak jarang kok kita temukan, sejak Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru.

Senin, 01 Mei 2017

Yesus Bersama Yang Sakit, Yang Menderita dan Yang Berdosa


Membaca Perjanjian Baru, terutama kitab Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, kita akan menjumpai kisah Yesus melakukan berbagai mujizat, dimana seringkali mukjizat terjadi ketika Yesus menyembuhkan atau menolong orang yang sakit. Ia menyembuhkan orang buta, orang kusta, mengusir roh jahat dan lain sebagainya. Bahkan yang paling mencengankan terutama ketika ia membangkitkan orang yang sudah meninggal seperti Lazarus, pemuda dari Nain, dan anak Yairus.

Mukjizat yang dilakukan Yesus membuat kita takjub dan seringkali berharap mujizat yang demikian juga terjadi di dalam hidup kita. Entah untuk kesembuhan dari penyakit atau masalah lainnya.

Namun pernahkah kita bertanya, berapa lama orang-orang yang disembuhkan Yesus di dalam kisah Alkitab harus menanti? Dan apakah mereka tahu mengapa Yesus datang memilih orang-orang tersebut untuk mengalami mukjizat?

Rabu, 19 April 2017

Lirik Amazing Grace di belakang Habib Rizieq


Dari foto yang diambil oleh fotografer situs berita detik.com, tampak Habib Rizieq sedang menggunakan hak pilihnya dalam rangka Pilkada putaran ke dua, 19 April 2017. Di belakang Habib Rizieq terlihat potongan kata-kata yang mirip dengan lirik lagu Amazing Grace. Was Blind But Now... Tidak terlihat kelanjutan dari kata-kata tersebut karena tertutup oleh tubuh Habib Rizieq dan kotak suara.

Lirik lagu Amazing Grace yang dibuat oleh John Newton
  1. Amazing grace! How sweet the sound
    That saved a wretch like me!
    I once was lost, but now am found;
    Was blind, but now I see.

Selasa, 24 Januari 2017

Pengikut Yesus kok begitu? (Media Sosial dan Tubuh Kristus)


Saat membaca status di media sosial atau link-link website (yang kebenarannya diragukan), seringkali kita ingin ikut untuk memberikan komentar. Terutama bila apa yang kita baca tersebut menyinggung perasaan kita. Dan yang lebih terutama lagi kalau yang namanya agama atau kepercayaan yang selama ini kita anut "dilecehkan" atau "dihina oleh orang lain". Bagi kita sangat mudah untuk bersikap reaktif.

Jaman sudah semakin maju, untuk memberi respon kita bisa menghujat balik lalu klik reply atau comment atau post. Atau di negara yang dilingkupi atmosfer demokrasi seperti Indonesia, kita bisa mengumpulkan orang-orang yang sama-sama merasa "tersinggung" untuk membuat demo besar-besaran atau setidaknya membuat petisi maupun tuntutan. Intinya kalau merasa "terhina", sangat mudah untuk melakukan serangan balik. 

Minggu, 22 Januari 2017

Daftar Mujizat yang Dilakukan Tuhan Yesus di Alkitab


Kehadiran Yesus di dunia sebagai seorang anak manusia merupakan suatu anugerah yang luar biasa bagi kita semua, terlebih lagi, Ia datang untuk menyelematkan umat manusia. Selain karya penebusan dosa yang Ia lakukan di kayu salib dan diikuti dengan kemenanganNya atas maut, Alkitab juga mencatat mujizat-mujizat yang Ia lakukan selama berkarya di dunia.

Semoga daftar mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dapat menjadi penguatan maupun menambah wawasan Alkitabiah dari teman-teman sekalian. Daftar mujizat Tuhan Yesus yang tertulis disini seluruhnya disertai dengan referensi Alkitab untuk memudahkan bila ingin digunakan sebagai bahan PA atau bahan membuat renungan.

Tuhan memberkati!
 
Berikut adalah daftar Mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus yang tercatat di Alkitab :