Rabu, 30 Agustus 2017

Eli, Eli, lama sabakhtani ?


Selama satu bulan ini, di dalam pekerjaan saya sebagai psikolog maupun dalam pelayanan dukungan doa melalui kristusyesus.com, saya mendapati tiga kasus konseling yang berhubungan dengan bunuh diri. Dan dari setiap kasus itu, sebagai manusia saya bisa menangkap bahwa banyak kondisi lingkungan atau situasi yang tidak diharapkan yang mendorong orang untuk bunuh diri.

Artinya mereka mencoba untuk bunuh diri karena adanya sesuatu yang tidak diharapkan yang ternyata terjadi di dalam hidup mereka. Dimana menurut saya pun, tidak ada orang di dunia ini yang berharap menjadi korban perang, korban penipuan, korban penganiayaan, korban pelecehan, dan lain-lainnya. Saya yakin mayoritas rakyat Suriah atau Afghanistan tidak berharap tanah air mereka menjadi ajang baku tembak. Begitu juga saya yakin tidak ada anak yang ingin orangtuanya bertengkar sampai akhirnya berpisah.

Tetapi apakah keyakinan saya, atau keyakinan kita sejalan dengan "keyakinan" Tuhan?

Senin, 28 Agustus 2017

Pelajaran Pertama dari Puppetry yang secara Luar Biasa Mengubah hidup Gw


Halo semuanya, kali ini gw ingin menulis satu hal yang penting untuk diketahui. Satu esensi kehidupan yang baru-baru ini gw pelajari. Barangkali buat beberapa orang mereka udah ngerti tentang hal ini, tapi gw yakin masih banyak orang yang ngga tau tentang esensi yang akan gw share disini. Ya, karena gw sendiri ternyata baru rada nyadar setelah melewati usia tigapuluhan. Hahahaha...udah rada telat mungkin.

Tapi ya begitulah kehidupan, semakin dewasa semakin banyak belajar.
Kalau ada pembaca yang lebih muda , semoga ini bisa menginspirasi kalian, kalau ada yang lebih dewasa usianya, semoga bisa menjadi reminder atau pengingat.

Baiklah, ini gw mulai sebenarnya dari pengalaman gw kira-kira dua minggu lalu. Waktu itu gw ikut acara Indofest yang berlokasi di MGK. Disana gw bantuin temen gw untuk jualin Puppet , kalo di bahasa Indonesian itu sejenis boneka tangan. Puppet yang dia jual itu kualitasnya bagus banget dan harganya cukup mahal. Sebenernya udah lama gw ngikutin kegiatan dia, mulai dari bantu jaga booth pameran, dampingin training, bantu bikin konsep event, dll. Tapi ya entah kenapa, gw ngga tertarik tuh buat ikut main Puppet.

Lalu disela-sela jaga booth, dua orang rekan gw yang jauh lebih muda dari gw mendaftarkan diri untuk ikut Puppet Lypsnc competition. Saat itu  mereka benar-benar kelihatan antusias banget. Karena lumayan penasaran, pas booth udah rada sepi, gw coba cari ruangan tempat competitionnya dimana. Setelah ketemu gw lalu masuk. Ga nyangka saat itu, dua rekan gw itu bisa masuk ke babak semifinal....lalu disusul ke babak final...dan jadi juara 1-2.

Wow....that's really amazed me!
Ini baru permulaan, baca terus sampai habis kalau mau hidup lo berubah!

Selasa, 22 Agustus 2017

Biarkan aku Sendiri


Di masa yang lampau, seorang yang biasa-biasa saja mendapatkan perkenanan Tuhan untuk menjadi pembawa cahaya bagi mereka yang membutuhkan. Sejak saat itu, ia senantiasa memberikan pertolongan bagi jiwa-jiwa yang tersesat. Tidak terhitung pula mahluk-mahluk utusan si Jahat yang berhasil ia taklukkan dan ia usir dari tempat-tempat dimana seharusnya cahaya bersinar.

Meskipun perkenanan Tuhan tetap bersamanya, namun manusia tidak pernah bisa melawan kemanusiaannya sendiri. Perlahan kemampuannya menurun, ia tidak lagi semahir dahulu walaupun tetap saja ia masih sanggup melaksanakan tugasnya. Bedanya, di dalam setiap pertarungannya , ia sendiri harus menahan rasa "sakit" yang amat sangat. Rasa "sakit" yang mungkin timbul dari perasaan bersalah, ketakutan maupun ketidakpastian. Segala perasaan yang wajar untuk menghinggapi manusia.

Kamis, 17 Agustus 2017

Secercah Terang bernama Jalaluddin Rumi


Jalaluddin Muhammad Rumi adalah seorang filsuf besar dari Persia yang lahir di daerah Balkh dan kemudian meninggal di Konya, Turki. Saya pertamakali mengenal Rumi dari seorang teman yang sering memposting quotes-quotes dari Rumi yang memang kata-katanya sangat indah. Setelah itu sedikit-sedikit saya mulai membaca karya-karya lain dari Rumi yang mudah ditemui di internet.

Rumi sendiri, meskipun berasal dari Timur Tengah dan juga seorang Muslim yang hidup di Islamic Golden Age, merupakan figur yang dikagumi di Amerika dan negara-negara Barat lainnya. Terbukti dari penjualan buku-buku yang berisi tulisan-tulisan Rumi yang laku keras (sumber BBC).

Tulisan Rumi yang mendalam dengan perenungan mistik yang kental menjadi daya tarik sendiri. Ia dapat mengungkapkan cinta dengan kata-kata yang indah. Ia juga berbicara mengenai kehidupan manusia dengan bahasa puitis yang getarannya dapat dirasakan oleh pembaca. Luka batin, kekelaman, sakit, kebebasan, ia alirkan secara jujur dan cantik.

Tulisannya jauh dari ketajaman untuk melukai orang lain atau untuk menciptakan gelombang kemarahan.

Rabu, 09 Agustus 2017

Rasa Sakit yang Tidak DiangkatNya

Beberapa hari lalu, saya mendapat kesempatan untuk melakukan konseling dengan seorang imigran asal Afghanistan. Ia mempunyai  masalah yang membuatnya frustrasi dan melihat hidupnya seperti sia-sia saja. Sepanjang percakapan, saya mendapati bahwa pria ini sebenarnya adalah seorang yang sangat kuat. Ia berhasil lolos dari peperangan yang terjadi di Afghanistan. Menyeberangi lautan bersama keluarganya dan berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya.

Hidupnya tidak mudah dan ia mampu bertahan sejauh ini. Saat saya mengungkapkan hal ini, ia menjawab bahwa manusia tidaklah terbuat dari besi. Suatu hari ia bisa merasa hancur.

Kondisi yang sama mungkin dialami juga oleh Elia yang setelah dipakai Tuhan untuk melakukan berbagai mujizat, akhirnya ia pun merasa lelah, bahkan merasa takut karena Ratu Izebel mengincar nyawanya. Begitu juga kalau kita melihat Musa, ada momen Musa seolah-olah ikut berteriak kepada Tuhan, meskipun sebenarnya ia pernah lebih dari satu kali bertemu Tuhan secara langsung. Daud sang pembunuh Goliath pun dalam Mazmur yang ia tulis seringkali ia mengungkapkan kegalauannya.