Senin, 11 September 2017

5 Cara Menghadapi Depresi yang Bisa Kamu Lakukan Sendiri




Mengapa saya tuliskan 5 Cara Menghadapi Depresi yang Bisa Kamu Lakukan Sendiri?
 
Depresi atau gangguan kecemasan lainnya dapat dialami oleh setiap orang dimana seringkali masalah ini membuat hidup terasa berat, seolah tidak ada masa depan atau jalan keluar yang pasti. Sebagian dari kita yang mengalami depresi mungkin mampu untuk bersikap terbuka dan bercerita kepada teman atau orang lain mengenai masalah yang kita alami. Akan tetapi, ada juga sebagian dari kita yang mempunyai sikap tertutup untuk “curhat” atau meminta pertolongan dari orang lain. 

Sikap yang tertutup memang pada umumnya akan menjadi tambahan beban bagi pribadi yang mengalami depresi. Namun kita patut menghargai mereka, atau diri kita sendiri yang cenderung tidak terbuka atau enggan minta bantuan orang lain, karena pada dasarnya manusia diciptakan berbeda=beda dan mempunyai pengalaman hidup yang berbeda-beda. Tidak semua orang mau dan mampu untuk menceritakan masalahnya kepada orang lain secara terbuka.

Menghadapi depresi sendirian memang bukan cara yang ideal. Akan tetapi bukan berarti bagi kita yang mempunyai sifat tertutup tidak bisa menghadapi depresi.

Berikut adalah 5 Cara Menghadapi Depresi yang Bisa Kamu Lakukan Sendiri :
 
1.Scheduling

Scheduling  atau membuat jadwal. Tentunya ini bukan sembarang jadwal. Yang saya maksud adalah, meskipun depresi atau kecemasan bisa kita rasakan selama sehari penuh, namun ada momen dimana gangguan ini intensitasnya meningkat. Atau singkat kata, ada waktu dimana perasaan depresif atau stress ini sangat intens. Mungkin di malam hari ketika sendirian atau menjelang pagi, atau sore hari. Pastinya berbeda-beda pada setiap orang. Dan bisa juga waktu-waktu “parah” yang kamu hadapi lebih kepada hari-hari tertentu, misalnya Sabtu atau Minggu atau Senin.

Bila kamu sudah mengenali kapan waktu “terparah” , kamu bisa mulai melakukan langkah antisipasi, untuk setidaknya mengurangi rasa sakit yang Anda alami. 

Misalnya waktu paling menyulitkan bagi saya adalah di malam hari. Saya akan mengambil foto-foto secara acak menggunakan ponsel saya di siang hari untuk kemudian di malam hari saya edit foto-foto tersebut untuk diupload di media sosial. Sehingga di malam hari setidaknya ada hal “menyenangkan” yang bisa saya lakukan.

Atau bisa juga kamu mengumpulkan playlist lagu-lagu favorit (hindari lagu mellow/baper he3) yang nadanya menyenangkan. Lakukan ini di siang hari atau di waktu depressi tidak terlalu mengganggu, untuk kemudian Anda putar di “waktu parah”. Begitu juga Anda bisa download video-video lucu, seperti serial komedi Friends atau Mind Your Language (ini bagus lo...walaupun jadul, konsepnya digunakan sama Kelas Internasional – yang ada di salah satu TV swasta). Video-video ini bisa Anda tonton nantinya.

Selasa, 05 September 2017

Lukisan yang Pernah Ada


Lukisan itu ada disana
Menghias pagi, siang bahkan malam 
Membawa bahagia di setiap hari
Ada aku, kamu dan Dia

Tidak pernah ku berpikir
Tidak pernah ku berhitung
Tidak pernah ku terbayang
Semuanya melintas begitu saja

Rabu, 30 Agustus 2017

Eli, Eli, lama sabakhtani ?


Selama satu bulan ini, di dalam pekerjaan saya sebagai psikolog maupun dalam pelayanan dukungan doa melalui kristusyesus.com, saya mendapati tiga kasus konseling yang berhubungan dengan bunuh diri. Dan dari setiap kasus itu, sebagai manusia saya bisa menangkap bahwa banyak kondisi lingkungan atau situasi yang tidak diharapkan yang mendorong orang untuk bunuh diri.

Artinya mereka mencoba untuk bunuh diri karena adanya sesuatu yang tidak diharapkan yang ternyata terjadi di dalam hidup mereka. Dimana menurut saya pun, tidak ada orang di dunia ini yang berharap menjadi korban perang, korban penipuan, korban penganiayaan, korban pelecehan, dan lain-lainnya. Saya yakin mayoritas rakyat Suriah atau Afghanistan tidak berharap tanah air mereka menjadi ajang baku tembak. Begitu juga saya yakin tidak ada anak yang ingin orangtuanya bertengkar sampai akhirnya berpisah.

Tetapi apakah keyakinan saya, atau keyakinan kita sejalan dengan "keyakinan" Tuhan?

Senin, 28 Agustus 2017

Pelajaran Pertama dari Puppetry yang secara Luar Biasa Mengubah hidup Gw


Halo semuanya, kali ini gw ingin menulis satu hal yang penting untuk diketahui. Satu esensi kehidupan yang baru-baru ini gw pelajari. Barangkali buat beberapa orang mereka udah ngerti tentang hal ini, tapi gw yakin masih banyak orang yang ngga tau tentang esensi yang akan gw share disini. Ya, karena gw sendiri ternyata baru rada nyadar setelah melewati usia tigapuluhan. Hahahaha...udah rada telat mungkin.

Tapi ya begitulah kehidupan, semakin dewasa semakin banyak belajar.
Kalau ada pembaca yang lebih muda , semoga ini bisa menginspirasi kalian, kalau ada yang lebih dewasa usianya, semoga bisa menjadi reminder atau pengingat.

Baiklah, ini gw mulai sebenarnya dari pengalaman gw kira-kira dua minggu lalu. Waktu itu gw ikut acara Indofest yang berlokasi di MGK. Disana gw bantuin temen gw untuk jualin Puppet , kalo di bahasa Indonesian itu sejenis boneka tangan. Puppet yang dia jual itu kualitasnya bagus banget dan harganya cukup mahal. Sebenernya udah lama gw ngikutin kegiatan dia, mulai dari bantu jaga booth pameran, dampingin training, bantu bikin konsep event, dll. Tapi ya entah kenapa, gw ngga tertarik tuh buat ikut main Puppet.

Lalu disela-sela jaga booth, dua orang rekan gw yang jauh lebih muda dari gw mendaftarkan diri untuk ikut Puppet Lypsnc competition. Saat itu  mereka benar-benar kelihatan antusias banget. Karena lumayan penasaran, pas booth udah rada sepi, gw coba cari ruangan tempat competitionnya dimana. Setelah ketemu gw lalu masuk. Ga nyangka saat itu, dua rekan gw itu bisa masuk ke babak semifinal....lalu disusul ke babak final...dan jadi juara 1-2.

Wow....that's really amazed me!
Ini baru permulaan, baca terus sampai habis kalau mau hidup lo berubah!

Selasa, 22 Agustus 2017

Biarkan aku Sendiri


Di masa yang lampau, seorang yang biasa-biasa saja mendapatkan perkenanan Tuhan untuk menjadi pembawa cahaya bagi mereka yang membutuhkan. Sejak saat itu, ia senantiasa memberikan pertolongan bagi jiwa-jiwa yang tersesat. Tidak terhitung pula mahluk-mahluk utusan si Jahat yang berhasil ia taklukkan dan ia usir dari tempat-tempat dimana seharusnya cahaya bersinar.

Meskipun perkenanan Tuhan tetap bersamanya, namun manusia tidak pernah bisa melawan kemanusiaannya sendiri. Perlahan kemampuannya menurun, ia tidak lagi semahir dahulu walaupun tetap saja ia masih sanggup melaksanakan tugasnya. Bedanya, di dalam setiap pertarungannya , ia sendiri harus menahan rasa "sakit" yang amat sangat. Rasa "sakit" yang mungkin timbul dari perasaan bersalah, ketakutan maupun ketidakpastian. Segala perasaan yang wajar untuk menghinggapi manusia.