Selasa, 24 Januari 2017

Pengikut Yesus kok begitu? (Media Sosial dan Tubuh Kristus)


Saat membaca status di media sosial atau link-link website (yang kebenarannya diragukan), seringkali kita ingin ikut untuk memberikan komentar. Terutama bila apa yang kita baca tersebut menyinggung perasaan kita. Dan yang lebih terutama lagi kalau yang namanya agama atau kepercayaan yang selama ini kita anut "dilecehkan" atau "dihina oleh orang lain". Bagi kita sangat mudah untuk bersikap reaktif.

Jaman sudah semakin maju, untuk memberi respon kita bisa menghujat balik lalu klik reply atau comment atau post. Atau di negara yang dilingkupi atmosfer demokrasi seperti Indonesia, kita bisa mengumpulkan orang-orang yang sama-sama merasa "tersinggung" untuk membuat demo besar-besaran atau setidaknya membuat petisi maupun tuntutan. Intinya kalau merasa "terhina", sangat mudah untuk melakukan serangan balik. 

Minggu, 22 Januari 2017

Daftar Mujizat yang Dilakukan Tuhan Yesus di Alkitab


Kehadiran Yesus di dunia sebagai seorang anak manusia merupakan suatu anugerah yang luar biasa bagi kita semua, terlebih lagi, Ia datang untuk menyelematkan umat manusia. Selain karya penebusan dosa yang Ia lakukan di kayu salib dan diikuti dengan kemenanganNya atas maut, Alkitab juga mencatat mujizat-mujizat yang Ia lakukan selama berkarya di dunia.

Semoga daftar mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dapat menjadi penguatan maupun menambah wawasan Alkitabiah dari teman-teman sekalian. Daftar mujizat Tuhan Yesus yang tertulis disini seluruhnya disertai dengan referensi Alkitab untuk memudahkan bila ingin digunakan sebagai bahan PA atau bahan membuat renungan.

Tuhan memberkati!
 
Berikut adalah daftar Mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus yang tercatat di Alkitab :

Jumat, 23 Desember 2016

120 Km dan Sebuah Palungan


Maria dan Yusuf mendapatkan Kabar Baik bahwa bayi yang dikandung Maria akan dilahirkan sebagai Juru Selamat. Orangtua manapun akan merasa bahagia dengan kabar baik ini. Bahwa anaknya akan menjadi penyelamat dunia. Ditambah lagi saat itu bangsa Israel sedang berada dalam penjajahan Romawi (setelah pada masa-masa sebelumnya mereka juga hidup sebagai bangsa yang tertindas). Di sisi lain, Maria yang "mendadak mengandung" tentunya menjadi permasalahan tersendiri.

Yusuf hampir menceraikan Maria bila ia tidak diingatkan oleh Malaikat. Dengan aturan budaya yang ketat di zaman itu, merupakan beban tersendiri bila seseorang mendadak mengandung tanpa alasan yang jelas. Tidak jarang hal ini akan dibicarakan orang sebagai perzinahan. Namun demikian Maria dan Yusuf tetap bertahan pada iman mereka dan berupaya menjaga kandungan Maria agar tetap baik-baik saja. Keduanya menunjukkan ketaatan yang luar biasa.

Selasa, 22 November 2016

Haman dan Mordekhai - Menghadapi Pentas 2 Desember


Haman dan Mordekhai merupakan tokoh sentral dalam Kitab Ester. Meskipun kitab Ester, sesuai dengan namanya, menceritakan mengenai kehidupan Ester yang menjadi ratu menggantikan Wasti, namun konflik yang terjadi dalam kisah ini dimulai oleh ketidaksukaan Haman terhadap Mordekhai. Alkitab menuliskan bahwa Mordekhai tidak bersujud hormat pada Haman yang merupakan pejabat yang dipercaya oleh Raja Ahasyweros.

Haman yang merasa tersinggung dengan sikap Mordekhai tidak ingin hanya melenyapkan Mordekhai saja, karena baginya hal itu terlalu kecil. Ia lalu berencana untuk membasmi orang-orang yang satu suku dengan Mordekhai. Raja Ahasyweros yang merupakan penguasa wilayah yang sangat besar ternyata begitu saja mempercayai hasutan Haman dan setuju dengan apa yang ingin dilakukan oleh Haman. 

Senin, 14 November 2016

Di Seberang Pelangi


Saat orang yang kita kasihi meninggalkan kita untuk selama-lamanya perasaan sedih pasti tidak bisa ditutup-tutupi. Apalagi ketika mereka direnggut dari hidup kita dengan cara yang di luar dugaana kita. Kata-kata penghiburan terasa hambar dan tidak ada artinya. Saya pernah merasakan hal ini dan sampai sekarang pun saya masih berproses untuk memahaminya.

Berat bagi saya untuk menuliskan kata-kata perdamaian atau himbauan untuk tidak membenci ketika pada kenyataannya bom Molotov merenggut nyawa seorang anak. Sebagai Guru Sekolah Minggu, saya mengasihi murid-murid saya, meskipun mereka bukan keluarga kandung saya. Saya turut merasa sedih bila sesuatu yang buruk terjadi pada mereka. Karena itu saya pun bisa merasakan kesedihan yang dialami oleh keluarga korban bom molotov Samarinda.

Mungkin Molotov menghentikan kehidupan seorang anak. Mungkin penyakit menghentikan kehidupan orang yang kita kasihi. Atau bencana dan apapun yang bisa merenggut nyaway manusia.

Tetapi kita yang masih hidup di dunia ini, hidup kita masih berjalan. Mereka yang meninggalkan kita tidak pernah berharap kita akan berdiam di dalam duka. Disana mereka menaruh harapan agar kita melanjutkan kehidupan yang bermakna. Kita hanya berhenti sesaat dan akan berjalan kembali, menyelesaikan tugas kita masing-masing di dalam kehidupan ini.

Di seberang pelangi nanti kita akan bertemu lagi.

Tuhan memberkati.