Rabu, 18 Oktober 2017

Saat Hujan Datang




Datangnya hujan seringkali tidak bisa ditebak. Begitu juga dengan sakit penyakit maupun permasalahan. Saya yakin dua ratus persen, tidak ada orang yang mau kena masalah atau terkena sakit. Tidak ada diantara kita yang memilih untuk sakit, entah sakit secara fisik maupun secara kejiwaan. Namun jalan kehidupan tidak bisa kita perkirakan. Apa yang sudah direncanakan bisa berantakkan. Apa yang diharapkan bisa pergi begitu saja. 

Yang tersisa hanya hal-hal menyakitkan yang suka atau tidak suka menjadi bagian dari diri kita. Ini bukan hal yang mudah. Ini sesuatu yang sulit, bagi siapapun. Dan ketika rasa sakit ini menjadi bagian dari diri kita, segalanya seolah-olah menjadi gelap pekat. Tidak ada jalan keluar, tidak ada pengharapan. Hanya ada rasa sakit dan tidak ada satupun cara untuk mengatasinya.

Senin, 16 Oktober 2017

Panggung Boneka dan Sebuah Hubungan




Sebuah pengalaman kurang menyenangkan terjadi ketika saya bermain panggung boneka beberapa minggu lalu. Saat itu, setelah bermain panggung boneka di kelas yang saya ajar, saya kemudian menuju ke kelas lain untuk sekali lagi bercerita dengan menggunakan panggung boneka. Di kelas tersebut saya berpasangan untuk bermain panggung boneka dengan seorang rekan yang baru satu kali latihan bersama dengan saya. 

Saya sangat memahami bahwa bersama rekan baru pasti tidak bisa sekompak ketika bermain dengan rekan yang sudah sering latihan bersama. Tapi ya sudahlah, waktu itu saya tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, karena rekan baru saya ini juga sudah lumayan hafal naskah panggung boneka yang telah disusun. Jadilah kami bermain panggung boneka bersama. Awalnya permainan berjalan dengan cukup baik, sampai entah bagaimana panggung boneka yang sudah dipasang tergeser agak jauh ke depan.

Wah! Dengan bergesernya panggung, saya harus terus menyesuaikan pergerakan boneka yang saya mainkan. Panggung itu bukan hanya bergeser, lebih parahnya lagi, posisi panggung menjadi agak miring dan hampir roboh. Saya berusaha memberitahu rekan saya, tetapi rekan saya ini tidak menyadari masalah yang terjadi dan tetap pada permainannya. Sementara sulit bagi saya untuk memperbaiki posisi panggung hanya dengan satu tangan saja (karena tangan yang satu lagi digunakan untuk bermain boneka).

Permainan boneka jadi benar-benar melelahkan dan sedikit membuat kesal, karena apa yang terjadi benar-benar di luar dugaan saya. Fokus saya jadi tidak hanya ke boneka yang saya mainkan, tetapi juga menjaga agar panggung tidak roboh, dan terus berusaha memberitahu rekan saya untuk membantu. Dimana sampai akhir permainan ia tidak menyadari hal tersebut. Syukurnya meskipun harus agak bergerak sedikit akrobatik untuk menjaga panggung dan boneka, akhirnya permainan panggung boneka bisa terselesaikan dengan baik.

Kekesalan saya sempat tertumpah kepada rekan main saya setelah kami keluar dari kelas untuk membereskan panggung boneka. Reaksi rekan saya ternyata cukup mengejutkan, rupanya dia tahu bahwa panggung boneka agak bergeser, tetapi karena merasa permainan kami tetap berjalan dengan baik, dia memutuskan untuk tidak terlalu memusingkan posisi panggung boneka. Kalau dipikir-pikir alasannya masuk akal, dan mungkin bisa dimaklumi karena dari posisi rekan saya, mungkin dia tidak terlalu melihat posisi panggung yang bisa roboh sewaktu-waktu karena sudut pandangnya tertutup oleh tubuh saya.

Untuk permainan panggung boneka yang hanya kurang dari sepuluh menit saja ternyata bisa ada kejadian-kejadian yang tak terduga, perbedaan prioritas, sampai perbedaan perasaan.
Saya rasa hal ini berlaku juga dalam konteks menjalin hubungan dengan orang lain....
 
(dalam minggu ini masuk beberapa email ke inbox kristusyesus.com menanyakan mengenai jodoh)

Kamis, 12 Oktober 2017

Panggung Boneka, Sebuah Cinta dan Si Bulung Sangge-Sangge




Istilah Bulung Sangge-Sangge menjadi viral dalam seminggu terakhir ini. Awalnya saya hanya membaca teman-teman yang memposting status di media sosial dengan menggunakan kata-kata Bulung Sangge-sangge, kemudian ditambah dengan gambar dan deretan kata-kata yang lucu. Karena tidak terlalu paham akhirnya saya bertanya kepada seorang teman yang kemudian menjelaskan asal usul dari meledaknya istilah bulung sangge-sangge.

(baca terus sampai akhir untuk sampai pada pembahasan mengenai cinta)

Ternyata bulung sangge-sangge ini menjadi terkenal karena tulisan pada status Facebook seorang wanita yang sedang ada masalah dengan calon mertuanya. Dimana pada salah satu percakapan yang ia upload di media sosial terdapat kata-kata bulung sangge-sangge. Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah setipis daun serai. Hahaha....daun serai juga saya tidak terlalu tahu bentuknya seperti apa.

Terlepas dari konflik yang melatarbelakangi istilah bulung sangge-sangge, suka tidak suka, mau tidak mau di jaman yang marak dengan media sosial ini, istilah ini meledak dan menjadi sesuatu yang viral alias dibagikan secara terus menerus. Namun berdasarkan apa yang saya pelajari terkait dengan perkembangan media sosial, sesuatu yang viral biasanya tidak terlalu lama masa beredarnya. Sama seperti istilah “Demi Tuhan” yang dulu dipopulerkan oleh Arya Wiguna, “Om Telolet Om”, sampai kalau kita masih ingat di masa lampau istilah “Emang Gue Pikirin” juga sempat populer.

Selasa, 10 Oktober 2017

Cara Bunuh Diri ternyata Dicari Ribuan Orang




Cara Bunuh Diri ternyata merupakan salah satu kata kunci yang dicari oleh banyak orang. Sebagai orang yang berkecimpung di dunia Online Ministry, salah satu kegiatan yang saya lakukan secara rutin adalah melakukan riset terhadap kata-kata kunci yang sering digunakan orang untuk melakukan pencarian melalui Google. Riset ini saya lakukan untuk mendukung Online Ministry yang sedang saya jalankan (pelatihan, konseling, puppetry).

Bagi teman-teman yang masuk ke tulisan ini karena mencari cara bunuh diri, tolong luangkan sedikit waktu untuk membaca tulisan ini sampai habis.

Dari sekian banyak kata kunci yang saya masukkan secara acak, ternyata cara bunuh diri menjadi kata yang banyak digunakan orang untuk melakukan pencarian di Google. Dari data yang saya peroleh, jumlahnya bisa mencapai hampir sepuluh ribu pencarian. Bila mau dituliskan secara gampang : ada sekitar sepuluh ribu orang Indonesia yang mencari cara bunuh diri melalui Google setiap bulannya. Bayangkan sepuluh ribu orang! Mencari cara bunuh diri.

Sepuluh ribu dalam sebulan, berarti selama setahun ada sekitar seratus dua puluh ribu orang yang mencari cara bunuh diri. Ini bukan jumlah yang kecil. Bila satu persennya saja benar-benar melakukan bunuh diri, berarti angka yang didapat adalah seribu dua ratus orang. Ini baru berdasarkan data kasar dari pencarian di Google, belum ditambah orang-orang yang mencari cara bunuh diri lewat media-media lainnya atau berdasarkan pemikirannya sendiri.

Jumat, 06 Oktober 2017

Ayat Alkitab Tentang Kesabaran





Ayat Alkitab tentang kesabaran

Kesabaran merupakan salah satu sikap yang diperlukan dalam menghadapi kehidupan yang senantiasa berubah. Bahkan seringkali kesabaran menjadi kunci bagi kita untuk memenangkan suatu permasalahan. Kesabaran diperlukan untuk berhasil dalam studi, pekerjaan maupun dalam membina suatu hubungan.

Seperti ketaatan bangsa Israel saat mengelilingi tembok Yerikho sebanyak tujuh kali, atau Naaman yang berhasil menarik amarahnya dan mau bersabar sampai akhirnya ia dapat sembuh. Atau Yakub yang bekerja dengan sabar untuk mendapatkan Rahel. Begitu juga Tuhan telah begitu sabar terhadap kita, manusia yang seringkali jatuh ke dalam dosa yang sama.

Ayat Alkitab tentang kesabaran banyak ditemukan dalam Amsal yang ditulis oleh Salomo, akan tetapi pada beberapa bagian lain di Alkitab, kita juga dapat menemukan ayat-ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Tentunya keberadaan ayat-ayat Alkitab tentang kesabaran merupakan pengingat bagi kita untuk mau menahan diri terhadap godaan dari luar maupun dari dalam diri kita sendiri.

Semoga kumpulan Ayat Alkitab tentang kesabaran yang tercantum dalam tulisan ini dapat membantu pertumbuhan rohani saudara-saudari sekalian :

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 
(Efesus 4:2)


Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan 
(Galatia 5:22)


Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 
(1 Korintus 13:4)


Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 
(Kolose 3:13)


Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!  
(Roma 12:12)